tata
Taukah Anda SiapakahPerempuan Itu?
Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Allah mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu. Tetapi diaakan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada didepan atau segera mengembalikan bola ketika bolaituterlewati olehmu. Dialah yang akan menutupi kekuranganmu.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele... hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya,hingga tanpakau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu.. kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika adamakhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan laki-laki itulah perempuan. Dia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki, tetapidia butuh jaminan rasa aman darinya karena dia ada untuk dilindungi tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Dia tidak tertarik pada fakta-fakta yang akurat. Bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki. Tetapi yang dia butuhkan adalah perhatian, kata-kata yanglembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele namun baginya sangat berarti hingga membuatnya aman di dekatmu.
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes. Sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbng oleh badai dibandingkan pohon yang tinggi dan rindang. Seperti juga di dalam kelembutannya terdapat kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.
Dia lembut bukan untuk diinjak. Rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika laki-laki berfikir tentang perasaan wanita itu sepersekian dalam hidupnya. Namun, jika perempuan berfikir tentang perasaan laki-laki, hal itu akan menyita seluruh waktu dalam hidupnya. Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Karena perempuan adalah bagian dari laki-laki...
Blog Archive
Senin, 11 Mei 2009
Ya Allah, aku tak mau sendiri!
Diposting oleh tata di 10.12 0 komentar
Kamis, 19 Maret 2009
sweet_memories in PuRbolinggo
tata
Untuk seseorang yang aku beri nama masa depan...
Yang entah sedang berada dimana dan melakukan apa...
Seseorang yang mungkin saja sedang disimpan oleh Allah semoga kita dipertemukan di saat yang tepat ataupun engkau telah dipertemukan denganku.
Continued..
Diposting oleh tata di 17.27 1 komentar
Metro dalam kenangan
tata
Berkas-berkas masa lalu itu akan ku lipat dan tak pernah ku lihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat lalu disimpan di dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihanku tak akan mampu mengembalikan kembali, kegundahan tak akan dapat mengembalikan dan mengubah menjadi tenang.
Diposting oleh tata di 17.21 0 komentar
Jumat, 27 Februari 2009
NduT
tata
Aku nggak tahu apa salahku. Aku ngerasa belakangan ini dietku udah cukup ketat kok. Tapi kenapa sih sang pipi ini tetep juga melar. Mana orang-orang yang ngeliatnya pada pengen nyubitin lagi. Bikin tambah sebel. Pokoknya sebel… sebel… sebel… Sebeel banget. Apa salahku? Hix…hix…Apa jangan-jangan salah dari turunan gen-gen ayahanda dan ibunda tercinta yah yang bikin pipiku tembem begini. Gak juga ah. Mereka gak gendut kok.
I don't know what my fault is. I feel that these days I have been keeping my diet pretty tight. But how come this my dear cheek is still stretchy. And a lot of people who take a look at it want to pinch it. It makes me more resentful. It is resentful... resentful... resentful... Veeeery resentful. What is my fault? Weep... Weep... did the fault come from the descendant from my beloved father and mother that makes my cheek really puffed-up. I don't think so. They are not fat either.
Tapi kalo dipikir-pikir lagi kok
Aku ingat betul ketika aku masih kecil. Kira-kira seumuran
Mainan apa? Apalagi kalau bukan pipiku yang menggemaskan ini. Dicubit pipi kiri, dicubit pipi kanan. Mereka sih seneng-seneng aja. Ketawa ketiwi. Nggak tahu apa bahwa yang empunya pipi ini merasakan sebuah derita lahir dan batin. Perih di pipi, perih pula di hati. Sampe akhirnya aku menangis… Huaaaaa. Mereka baru berhenti. Ganti mengelus-elus
"Cup cup anak manis jangan nangis dong."
But if I really think about it again my fate was really unfortunate.
I remembered truely when I was still small. Approximately when I was five years old; my relatives came to my house. And all of them then were so happy to see my face. Not anything and and not anywhy. They seemed like they got a new toy.
What toy? What else if not my cheek that passionated them. They pinched the left cheek, then pinched the right cheek. They were so very happy then. Laugh laugh. They did not know that the owner of this cheek felt a suffering on both the body and heart. Pain on the cheek, pain also in the heart. Until the end I cried… Huaaaaa. Only then they stopped, changed to caressing.
"Choop choop the sweet child should not cry please."
Lebih parah lagi waktu aku SMA, aku inget banget ada temanku bernama Rudi. Anak yang menurut pandanganku termasuk paling badung satu sekolahan. Emang sih secara umum anaknya baik, gak ngerokok, taat aturan sekolah bahkan Pancasila dan UUD’45, gak pernah bolos, lumayan pinter dan berprestasi pula. Lha terus kenapa kok aku anggep badung? Ya itu tuh. Dia paling demen cubitin pipiku. Aku ngelamun dikit dicubit. Aku lengah dikit dicubit. Mana cubitannya konsekutif dan konsekuen lagi. Setiap hari. Sehari tiga kali. Sehabis makan dan sebelum tidur ( kok kaya minum obat aja yah ). Yaah pokoknya pada intinya sering banget deh.
It was more serious when I was in SENIOR HIGH SCHOOL, I remember truely that I had a friend named Rudi. A child that according to my view is one of the naughtiest on the school. It is indeed generally the child was good, not smoking, obeyed the school rule and even the national ideology and national law, never skipped class even once, moderately clever and high-achieving also. Well then why how come I said that he is naughty? Yes, because of that. He liked to pinch my cheek very much. If I daydream a little I was pinched. When I was careless a little I was pinched. His pinches were consecutive and consistent. Every day. Three times a day. After eating and before sleeping (how come it looks like taking medicine?). Yeah no matter what it was really often.
Aku pikir sih ketika masuk kuliah pengalaman-pengalaman memilukan itu akan berakhir. Apalagi
Maklumlah soalnya
I thought when I went to university, the sympathetic experiences will end. Moreover I entered to a university that was famous enough.
Ehem… ehem… I was convinced, the students were definitely very clever, well, and very devout. Ugh ugh but the reality was not as beautiful as the dream. Friends here still liked to tease that I was fat. Still were also very rascal. Fortunately there was no one that liked to pinch this cheek. Hahaha. They understand that in this matter I have given them a ban for everyone. Including close friends. They might admire me but it is not allowed to touch me. Not even pinch. Banned hard. Verboden. And suddenly….
Buk!
"Adaw… "
"Pagi Gina," sapa si Yanti dari belakang dengan senyumnya yang cerah. Tanpa rasa bersalah atau berdosa seikitpun.
Duh… duh.. aduuuh…
"Kenapa, aku mukul terlalu keras yah?"
"Masih nanya lagi. Sakit tauk."
"Maap deh maap. Abis kamu juga lagian. Pagi-pagi gini udah ngelamun. Mikirin sapa tuh? Si uhuy yah…"
"Idiiih… thanks yo. Gak ada istilah uhuy-uhuyan dalam kamus gw.. "
"Yah elah pake sok-sokan."
Bam!
"Ouch..."
"Morning, Gina," Yanti greets me with his bright smile. Without any feeling of guilty or sinful.
Ouch.. ouch... a-ouch..
"Why, did I hit you very hard?"
"No question asked. Very painful you know!"
"Sorry, sorry. It is your fault anyway. Even on a morning you were daydreaming. Who were you thinking about? The Uhuy guy?"
"Oh no!!!!, very thanks to you. No meaning of Uhuy in my dictionary.."
"How come you are putting on airs."
Sebenernya si uhuy yang dimaksud tak lain dan tak bukan adalah Gunawan, seorang cowo yang juga sejurusan dengan mereka. Sebenernya sih tuh cowo biasa aja. Bener-bener biasa deh. Semuanya biasa. Rambut biasa, mata biasa, wajah biasa, senyum biasa, pinternya juga biasa. Cuma satu yang luar biasa ..... garingnya luar biasa. Kadang2 sih aku suka sempet sebel dibuatnya. Tapi di satu sisi dia bisa ngertiin aku apa adanya. Jadi hati ini gak jadi sebel lagi deh. Jadi luluh, adem ayem deh dibuatnya.
In fact the Uhuy meant actually is Gunawan, a person that is also in the same course with them. In fact the boy is a normal boy. Very truly normal. All are normal. Normal hair, normal eyes, normal face, normal smile, the cleverness is also normal. Only one is extraordinary.... His lameness is extraordinary. Sometimes I am resentful because of him. But on one hand he can accept me the way I am. So this heart become not resentful again. I am crushed, cool and calm because of him.
Belakangan ini si Gunawan itu emang lagi deket ama aku. Gak tahu juga deh kenapa bisa begitu. Sehingga mulailah beredar kabar-kabar tidak sedap di kalangan mahasiswa. Isu-isu dan gossip yang tak jelas dari mana asal mulanya. Parah deh. Padahal bener deh aku dan si Gunawan itu cuma temen biasa. Ndak ada apa-apa, ataupun gimana-gimana. Sueer….
In recent times the Gunawan guy is actually very close to me. I don't know why could be like that. So not-nice news are beginning to circulate in between students. Rumours and unclear gossips which I don't know where are their origin at first. Seriously. In fact it is true that I and the Gunawan guy are only normal friends. Nothing happened, or whatever it is. I swear...
Masalahnya kekuatan gossip itu uda lebih kuat. Jadilah malah tuh cowo bisa sampe dapet titel uhuy. Sebagai info, sebenarnya kata uhuy itu dianugrahkan sebagai kata ganti orang ketiga tunggal bagi orang yang lagi dalam proses PDKT. Nah, sebutan kata uhuy untuknya menandakan dia lagi PDKT ama aku. Apa bener sih begitu? Mana aku tahu… dan lagian mana aku
The problem is that gossip power even much stronger. Therefore, that guy even get title: uhuy. For your information, uhuy is stated for a third singular person representative on a guy which is in "approaching" process. So, the uhuy statement show that he is in process of approaching me. Is it true? Who knows?
Kalo emang bener begitu rasanya sih gak sepenuhnya bener deh. Coba aja lihat tingkahnya. Dia toh kayanya emang bergaul dengan cara yang serupa dengan segala macem temen cewenya. Kadang-kadang rada usil pula. Ah, dasar laki-laki. Untung dia gak suka usilin aku dengan pipiku yang menggemaskan ini. Kalo gak bisa sudah hancur berkeping-keping persahabatan yang aku bangun dengannya selama ini.
I think it’s not necessarily true. Look at his behavior. He talk and behave in the same way with all his friends (girl). Sometimes, a bit naughty. Ah, damn guy. Fortunately, he doesn’t like to pinch my cheek, otherwise our good relationship which is maintained so far will be destroyed.
Tapi aku toh cuek-cuek aja ah. Dia toh juga sering cuek ama aku. Emang sih kadang-kadang jadi perhatiaaan buanget, tapi kadang-kadang cuek juga. Aku bingung deh. Kata temen-temen sih sebenernya dia itu suka sama aku. Kalo di sinetron-sinetron remaja masa kini sih disebutnya jatuh cinta githu.
However, I just don't ignore. He also does the same thing to me. Sometimes, reaallyyyy care, sometimes he is ignorant. I’m confused. My friends said that he likes me. In teenagers telenovela, it is said as fall in love.
Yah kalo emang bener githu sih ya ga pa pa. Soalnya, benernya aku juga lumayan simpatik kok sama dia. Ramah, baik, perhatian. Yah meski emang garingnya parah sih. Tapi okelah. Yang paling penting. Ia gak suka ngatain aku gendut. Dan gak suka nyubitin pipi.
If it is true, it’s ok for me. Coz actually I also quite put a symphaty to him. He is cheerful, kind, caring. Even though he is lame. Sooo lame. But it’s ok. The most important thing, he doesn’t say I am fat, and he doesn’t pinch my cheek.
Suatu ketika Gunawan mengajakku makan siang bareng. Yah, aku sih oke oke aja. Kenapa tidak? Sekalian
Kami duduk, diam, dan tenang. Sebelum kami sempet order makanan, Gun mulai membuka pembicaraan lebih awal….
One day, Gunawan ask me to have lunch together. I am ok to his offer. Why not? I can also borrow his lecture note for yesterday lesson. I was sleeping in lecture theatre yesterday. So many think and stuff… Like a businessman you know. Hohohoho...
We sit, be quiet, and calm. Before we order the food, Gun starts to speak:
"Gina, aku tahu pipimu tembem."
"Grrr, apaan sih. Terus kenapa?"
Aku sebel. Aku pikir dia bener-bener ngertiin aku, ternyata dia juga bilang aku gendut. Tidaaak… Kenapa mesti ada satu orang lagi yang mesti mengungkapkan “fakta" itu kepadaku.
"Banyak orang bilang pipi tembem itu gak begitu bagus."
"Iyah, aku emang jelek, " kataku cemberut. Sensi.
"Tapi…. " kata Gun lagi…
"Tapi apa?! seruakku dengan sewot…. Sebel sebel…
"Ups, kamu marah ya?" Tanya Gun dengan muka melas nan memprihatinkan. Ngeliat mukanya aku pun luluh.
"Nda... nda pa pa. Kenapa sih Gun?"jawabku dengan rileks
"Tapi, tapi… aku… aku mau ngomong sesuatu ama kamu Gin. Penting.." kata Gun sambil menundukkan wajahnya. Entah dia malu atau takut... atau sungkan?
"Gin, I know your cheek is stretchy."
"Grrr, so what?"
I am angry. I think he really can understand me. But he also said I am fat. Nooo, why must there be one more person who reveal that “fact" to me?
"Many people said that stretchy cheek is not so good."
"Yeah, I am ugly," I said frownly. Sensitive.
"But…" Gun says again.
"But what?’ I say angrily. Resentful… resentful.
"Ups, are you angry? Gun asked melancholicly. Seeing his face, I melt.
"nooo… no problem? What’s wrong, Gun?" I ask relaxly.
"but… I… I want to say something to you Gin. Important," Gun said bowing down his face. Either he is shy or scary?
Deg! Jantungku berdegup kencang. Dan makin lama makin kencang. Aku ndak tahu perasaan aneh apa yang ada pada diriku sekarang. Aaaargh mana mungkin. Mana mungkin. Darahku berdesir makin kencang. Dag dig dug. Kenapa dengan diriku? Masa Gun bisa membuat aku begini?
Deg! My heart beats very fast. And become faster and faster. Aaargh impossible. Impossible. My blood flows quicker. What’s wrong with me? Why can Gun make me like that?
Ia melanjutkan kata-katanya… masih dengan terbata-bata…
"Aku…. aku…"
"Apa?"
"Boleh gak Gin aku?"
He continues his statement… still with tremble…
"I…. I…"
"What?"
"Gin, could I...?"Pikiranku makin melayang nda karu2an. Sampai2 aku lupa kalo tujuan awal ke kantin ini adalah untuk makan siang. Hmmm, apa mungkin sih kata teman2nya selama ini benar? Gun selama ini diam2…. aaargh, wajahku memerah, tapi aku nda mau Gun tahu. Kalo sebenernya... Jangan dulu. Aku tundukkan wajahku. Rasanya ia akan mengatakan kata itu. Ya pasti ia akan mengatakan kata itu…
My thought flies away. I almost forget that I go here to have lunch. Is it true that his friends gossip about Gun is true? Gun so far… without any words… Arrgh… my face turn red, but I don’t want Gun knows. That the truth… Don’t
I bow down my face. I feel that he will say that word. Ya confirmed that he will say that word...
"Gin, aku….. boleh pinjem duit dulu nda? Duitku habis. "
"Gin, could I borrow your money? I don’t have anything left."
Diposting oleh tata di 10.41 0 komentar
Jumat, 13 Februari 2009
MaRpHyaMatoNte
tata
Banyak banget yang nanya nama ini sebenernya apa ci artinya??
Banyak juga yang bilang nama ini aneh, masa iya c? Tapi menurutku nama ini bagus, punya sejarah dan tentunya menarik.
Dulu, aku sering protes tiap pulang sekolah kenapa ayah memberi aku nama seperti cowok ANDHIKA OCTA WIJAYANTI untung saja ada nama belakang yang menunjukkan identitas kaum hawa. Namaku sebenarnya artinya bagus, kata ayahku artinya orang yang terhormat yang lahir di bulan oktober dan kedua ortuku berharap aku bisa berjaya atau sukses di masa depan. Tapi aku sering sebel kalo' temen2 atau orang2 yang baru saja tau namaku langsung bilang "kaya cowok ya namanya", pernah juga semasa SMP kelas 2 aku ikut pelatihan pada saat pengumuman tempat tidur dan ruang pembinaan aku masuk di deretan ruang cowok. Huh! Malu! dongkol! Panitia atau aku yang salah keluhku dalam hati, ternyata setelah dicheck ulang di blanko aku menulis namaku tidak lengkap hanya ANDHIKA OCTA W pantas saja aku dimasukkan di ruang cowok.
Semasa SMA, tepatnya kelas I aku sering berlangganan majalah Annida di suatu edisi terdapat sebuah cerpen yang berjudul "MARPHYAMATONTE". Dalam cerpen tersebut kisahnya hampir sama dengan kisahku, yupz.. seorang anak perempuan yang selalu menggerutu tentang namanya, bedanya tokoh yang bernama anisa marphyamatonte ini sudah yatim piatu sehingga ia tidak dapat bertanya kepada ortunya apa arti namanya. Sedangkan aku alhamdulillah masih mempunyai orang tua lengkap yang sangat menyayangiku. Sampai akhirnya si marphyamatonte ini tau dari gurunya bahwa marphyamatonte ini berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya kupu-kupu yang indah. yaa.. kupu-kupu yang indah dipandang dan dilihat orang tapi tidak mudah disentuh.. Dari itulah marphyamatonte begitu dalam membekas di ingatan dan hatiku sampai hari ini dan selamanya.
Diposting oleh tata di 08.50 0 komentar
Jumat, 06 Februari 2009
Menikah atau sendiri???
tata
Banyak orang yang masih single berpikir bahwa alangkah menyenangkannya
hidup pernikahan itu. Ada seseorang untuk berbagi, dalam suka dan duka,
dalam untung dan malang , dalam keadaan sehat dan sakit, sebagaimana yang
dinyatakan dalam janji pernikahan.
Itu benar adanya, saya tidak pernah memungkiri betapa benarnya kenyataan
itu! Namun di lain pihak, terdapat harapan dan impian Hollywood , sebagaimana
film-film dramanya memberikan gambaran, betapa kehidupan yang diarungi
berdua itu indah-indah saja dan pasti endingnya sebagian besar adalah "Happy
End".
Kehidupan sebagai seorang lajang, tidak lepas dari begitu banyak kebebasan.
Kalaupun ada yang mengikat tentunya hanya sang pacar dan keluarga kita.
Namun ketika kita memutuskan untuk menikah, keterikatan itu tidak lagi
sebatas apel di malam minggu, nonton ataw makan bersama yang mungkin cuma
makan waktu sekitar 2-3 jam seminggu 2-3 kali misalnya.
Keterikatan itu menyangkut penyesuaian diri dengan seseorang yang bisa-bisa
selama 24 jam bersama-sama dengan kamu dan itu bukan main-main, untuk seumur
hidupmu!!
Dua pribadi yang dipersatukan, tentunya memiliki banyak perbedaan. Mungkin
ketika berpacaran, kamu dengan gampang menemukan begitu banyak persamaan
antara kamu dengan pasangan. Dan ketika kamu memasuki mahligai perkawinan,
kemudian kamu menjadi bingung, mengapa kamu semakin melihat begitu banyak
perbedaan?
Untuk itu penyesuaian dan pengertian yang terus menerus amat dibutuhkan oleh
kedua belah pihak dalam rumah tangga.
Dan bukan itu saja, keterikatan itu termasuk perkawinan plus plus di
Indonesia. Kenapa saya katakan perkawinan ++ (baca: perkawinan plus plus)?
Karena keterikatan dalam suatu perkawinan juga termasuk dengan keluarga
suami/istri dan seluruh kerabatnya. Keluarga besar, begitu istilahnya.
Dan tiba-tiba saja, saudara kita bertambah amat banyak, dikarenakan tali
pernikahan yang kita jalani.
Mungkin kamu pernah dengar pernyataan begini, " Itu lho¡Ä Pak Ade, adik
dari
ipar saya¡Ä" Atau mungkin, " Itu keponakan dari mertua saya¡Ä"
Belum lagi terkadang istilah-istilah yang begitu kompleksnya, yang pasti
ujung-ujungnya ada hubungan saudara dikarenakan perkawinan ¡Ä
Berhadapan dengan semakin banyak orang, tentunya berhadapan pula dengan
semakin banyak karakter. Dan disadari atau tidak, tentunya banyak kepala
semakin banyak permasalahan yang dihadapi. Untuk banyak pasangan,
pertengkaran tidaklah terjadi antarmereka, namun banyak kali dikarenakan
campur tangan dari pihak ketiga, keempat, bahkan kelima yang semakin
memperkeruh suasana.
Jadi, pasangan yang menikah dengan kekerabatan plus plus hendaknya
pandai-pandai memilah situasi, sehingga mereka tidak gampang terhasut oleh
pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, walaupun itu adalah dari pihak
keluarga sendiri.
Perkawinan mengajarkan saya untuk hidup lebih realistis. Tidak selamanya
pasangan kita berada pada 'top performance' sebagaimana yang ditunjukkan
selama masa berpacaran atau masa ketika sang wanita tengah 'dikejar' oleh
sang pria atau sebaliknya sang pria yang 'dikejar' wanita.
Perkawinan membawa seseorang ke tahap di mana harus menerima kalau
pasangannya tengah kelelahan selepas kerja dan mendengar celotehan yang
penuh amarah adalah hal terakhir yang diinginkan pada saat itu karena
tubuhnya penat amat membutuhkan istirahat.
Menikah, apabila mendapatkan seseorang yang cocok, memang memberikan satu
ketenangan batin dan ketentraman. Yang paling penting adalah azas yang
diterapkan, tetap bersama dalam keadaan apa pun, tetap dijalankan.
Jujur saja, kehidupan lajang yang belum memiliki pacar alias jomblo atau
sedang 'kosong' sebetulnya juga sangat menyenangkan. Kamu bisa lakukan apa
saja yang kamu mau, mau pergi karaoke keluarga bersama teman-temanmu, mau
nonton, mau jalan-jalan ke mana saja, mau pelayanan sana-sini, mungkin
tidak jadi masalah. Itu bakal jadi sesuatu yang berbeda ketika ada seorang
pacar dan kemudian menjadi pasangan, suami atau istri kita, harus dilakukan
penyesuaian di sana-sini dan tentunya saling toleransi antara satu dengan
yang lain.
Namun, yang namanya manusia, sering kali tidak pernah puas, dan tidak jarang
ada perasaan bosan menghinggapi hati kita apabila rutinitas itu-itu saja
yang kita alami. Yang single berkeinginan segera mengakhiri kehidupan
melajangnya dan melabuhkan hatinya kepada seseorang yang cocok. Sementara
tidak jarang yang sudah menikah dan punya anak merindukan saat-saat lajang,
di mana kebebasan menjadi begitu berarti di mata mereka.
Rumput tetangga sepertinya kelihatan selalu lebih hijau¡Ä
Bagaimana mencari penyelesaian agar kita bisa mensyukuri kehidupan yang kita
jalani pada saat ini, sebetulnya merupakan kunci permasalahan.
Pada akhirnya, saya menilai bahwa kehidupan perkawinan akan jadi sangat
menyenangkan bila:
Menikah dengan seorang yang cocok, dari segi intelektual, kepercayaan/ agama,
strata sosial, dan pemikiran akan masa depan berkeluarga yang bakal diarungi
bersama.
Menjalani cinta romantisme- denyut jantung yang berdetak semakin cepat saat
bertemu dengan si Dia, muka yang memerah (blushing)- dengan penuh rasa
syukur namun tidak terbius olehnya. Sehingga tidak kecanduan akan cinta
romantis ini dan bisa menerima keadaan ketika cinta romantis menjadi cinta
realistis.
Berusaha mengerti kondisi pasangan, terutama pada saat-saat pasangan tengah
menghadapi hal yang kurang menyenangkan ataupun menghadapi masalah besar.
Pengertian adalah dasar yang utama yaitu dengan berusaha menempatkan diri
pada posisi pasangan.
Tanggung jawab yang tinggi akan keputusan untuk menikah dan menjalani
kehidupan bersama. Dalam kondisi apa pun!
Tetap setia dan menyertakan Tuhan dalam relasi ini. Adalah sangat beruntung
apabila kedua orang yang terikat dalam satu mahligai rumah tangga adalah
orang yang sama-sama memiliki hubungan pribadi yang indah dengan sang
Pencipta. Karena banyak kali dalam kehidupan ini, kita mengalami kekecewaan
dengan pasangan kita. Mungkin yang paling sering mengecewakan kita adalah
pasangan kita, namun apabila kita punya relasi yang baik dengan Tuhan,
yakinlah bahwa kita akan dimampukan memaafkan dan mengasihi pasangan kita.
Namun, bila hanya salah satu pihak yang lebih dekat relasinya dengan Tuhan,
sebaiknya mendoakan pasangannya agar bisa merasakan cinta Tuhan secara
pribadi dan setia menunggu saatnya Tuhan tiba bagi pasangannya untuk
merasakan hal itu.
Jika belum menemukan yang cocok, apa yang harus dilakukan?
Tetaplah mengasihi Tuhan secara sempurna, jangan marah-marah atau
'complain'. Kalaupun ada 'complain' nyatakan kerinduan dan kegelisahan
hatimu kepada Tuhan.
Nikmati ke-single-an itu sebagai berkat Tuhan juga, karena kamu tidak pernah
tahu apa yang harus kamu hadapi ketika kamu menikah. Tanggung jawab yang
lebih berat, juga masalah yang lebih besar. Ketika kamu menghadapi itu
semua, mungkin kamu tidak kuat, makanya Tuhan menunggu waktu yang tepat
untuk memberikan seseorang yang tepat pula untuk kamu.
Dan yakinlah, apabila Tuhan sudah bertindak, dan memberikan yang terbaik
untukmu, Dia tidak pernah lepas tangan! Dia dengan setia terus membimbing
agar kita siap mengalami semua perubahan yang terjadi. Dengan demikian,
sebagai seorang single, kita hidup dalam kepenuhan, dan kita mampu mengucap
syukur dengan kehidupan melajang itu. Dan ketika saatnya kamu harus menikah,
kamu pun memiliki rasa syukur yang tinggi atas kehidupan single yang sudah
kamu jalani selama ini, dan mampu mengambil tanggung jawab akan kehidupan
berumah tangga yang Tuhan percayakan kepada kamu.
Jadi, lajang atau menikah, tidaklah jadi masalah asal kita menjalani
kehidupan ini dengan realistis, sekaligus penuh pengharapan di dalam iman
kita kepada Tuhan.
Tuhan tahu yang terbaik untuk setiap kita, jangan pernah ragukan itu!
Bersyukur atas apa yang Dia beri, itu adalah yang terbaik yang bisa kita
lakukan pada saat ini.
Diposting oleh tata di 13.17 2 komentar
Kamis, 22 Januari 2009
DOA
tata
Allah Yang Maha Pemurah, terima kasih Engkau telah menciptakan hamba dan mempertemukannya. Maafkanlah ya Allah atas semua perbuatan-perbuatan kami yang salah selama ini...
Hamba datang bersujud di hadapanMu, sucikan hati hamba ya Allah.
Ya Allah, jika hamba tercipta bukan dari tulang rusuknya, jangan biarkan hamba merindukannya... jangan biarkan hamba melabuhkan hati di hatinya...
kikislah pesonanya dari pelupuk mata hamba...
tolonglah hamba agar dapat mengasihinya sebagai seorang sahabat, dengan kasihMu yang tulus dan murni.
Ya Allah,jika Engkau ciptakan dia untuk hamba, maka satukanlah hati kami..
bantulah hamba untuk mencintai, mengerti,dan menerima dia seutuhnya...
berikan hamba kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Urapilah ia agar juga menerima hamba dengan segala kelebihan dan kekurangan hamba, sebagaimana Engkau telah menciptakan hamba.
Yakinkanlah dia bahwa hamba sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka dengannya...
Ya Allah Yang Maha Pengasih, dengarkanlah doa hamba ini..
lepaskanlah hamba dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMu..
Allah yang Maha Kekal...
Luka dan keraguan yang hamba alami pasti ada hikmahnya
pergumulan ini mengajarkan hamba untuk hidup semakin dekat denganMu...
untuk lebih peka terhadap suaraMu yang membimbing hamba menuju terangMu.
Tuhanku..
hamba berdoa untuk seorang muslim yang akan menjadi bagian hidupku..
seseorang yang mencintaiMu lebih dari segala sesuatu...
seorang muslim yang akan meletakknku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
seorang muslim yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
wajah yang elok dan daya tarik fisik tidaklah penting..
yang terpenting adalah sebuah hati yang akan dekat dan sungguh mencintaiMu dan menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak dan otak yang cerdas..
seorang muslim yang tidak hanya ku hormati tetapi juga ku cintai...
seorang muslim yang tidak hanya memujaku tapi juga menasehatiku ketika kesalahanku tiba...
seseorang yang mencintaiku bukan karena kelebihanku tetapi karena hatiku..
seorang muslim yang menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan kondisi..
seorang muslim yang dapat membuatku merasa sebagai hamba Mu yang lemah ketika hamba berada di sisinya.
Tuhanku...
Hamba tidak meminta seseorang yang sempurna, namun hamba meminta seseorang yang tidak sempurna sehingga dapat membuatnya sempurna di sisiMu.
seorang muslim yang membutuhkan dukungan hamba sebagai peneguhnya..
seorang muslim yang membutuhkan doa hamba untuk kehidupannya..
seorang muslim yang membutuhkan senyum hamba untuk mengatasi kesedihannya...
Tuhanku..
hamba juga meminta..
berikan hamba hati yang sungguh mencintaiMu sehingga hamba dapat mencintainya dengan sekedar cinta hamba..
Berikan hamba sifat lembut yang kelembutannya datang dariMu..
berikan hamba penglihatan sehingga hamba dapat melihat banyak hal baik darinya dan bukan hal buruk dalam dirinya..
berikan hamba lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi.
Dan bilamana kami bertemu nanti, hamba berharap kami berdua dapat mengatakan : "betapa Maha besar Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidup kami menjadi sempurna"
Dan harapan hamba yang terakhir, semoga muslim yang Engkau anugerahkan kepadaku sekarang ini adalah jawaban dari doa-doa hamba selama ini.
Amin...
Diposting oleh tata di 12.13 4 komentar
Rabu, 31 Desember 2008
perfectionist
tata
"it is boring, isn't it?"
He laughed lightly at my comment, and remarked, " You always say that ".
" Really? " I pretended not t realize this fact. " is it true you don't have any preference? ". I look into deep his eyes, " I'm too busy decide what a like or don't like. That's all there is to it".He laughed again.
" You are not busy, so you cannot understand what i feel". I continued my defence. "Well, perhaps". He said while his right hand reached a glass of ice tea on the table in front of him.I am certain he enjoyed it. Drinking the ice tea and eating a plate of noodle.
continued.
Diposting oleh tata di 14.32 2 komentar
Rabu, 17 Desember 2008
Cintailah apa adanya
tata
Suami saya adalah seorang akuntan. Saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika bersandar di dadanya yang bidang. Dan saya sendiri adalah seorang sarjana muda yang bergelut dalam dunia pendidikan.
2 tahun masa perkenalan dan 3 tahun dalam pernikahan, harus saya akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.Yah...cinta itu menguap secepat hilangnya mentari di waktu dhuha secepat hilangnya sebab.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat2 romantis seperti anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tak pernah saya dapatkan. suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang dan ketidakmampuannya menciptakan suasana yang romantis dalampernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya mengingnkan perceraian. "Mengapa?" Dia bertanya dengan terkejut. " saya lelah, mas tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan". Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan laptopnya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya. Apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya, " Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?"
Saya menatap matanya dalam2 dan menjawab dengan pelan, " Saya punya pertanyaan, jika mas dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah keputusan saya: seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tepi jurang dan kita berdua tahu jika mas memanjat tebing itu mas akan terjatuh dan meninggal. Apakah mas akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung lalu berkata, saya akan memberi jawabannya besok".
Hati saya gundah mendengar responnya. Keesokan paginya dia tidak ada di rumah dan saya menemukan selembar kertas dengan oret2an tanganya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat dan bertuliskan....
"sayang.. saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu tapi izinkan saya menjelaskan alasannya".
Kalimat pertama telah menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan membaca,
"Kamu bisa mengetik di laptopmu dan mengacaukan programnya lalu menangis di depan monitor karena pekerjaanmu berantakan, maka saya harus memberikan jari2 saya agar bisa membantumu dan memperbaiki programnya".
" Kamu selali lipa membawa kunci rumah ketika keluar dan lupa membawa buku2 untuk kegiatanmu dan saya harus memberikan kaki saya untuk membukakan pintu dan mengantar buku2mu".
Kamu selalu pegal2 di saat 'teman baikmu' datang setiap bulannya maka saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal2".
" Kamu senang di rumah dan saya khawatir kamu akan menjadi 'aneh' maka saya harus membelikan sesuatu dan meminjamkan lidah saya untuk menceritaka hal2 lucu yang saya alami di luar".
" Kamu selalu menatap laptopmu, membaca, menulis dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu maka saya harus menjaga mata saya agar bisa menolongmu mencabuti ubanmu, memotong kukumu di hari tua nanti".
" Tapi sayangku.. saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku".
" Tanganku akan membimbingmu menelusuri dunia, menikmati matahari, bulan dan bintang dan pelangi yang indah seperti cantiknya wajahmu".
" Sayangku... saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu, untuk itu sayangku.. jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu".
"Air mata saya jatuh di atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha membacanya".
" Dan sekarang sayangku.. kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan jawaban ini dan tetap menginginkan aku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu".
"jika kamu tidak puas sayangku... maka biarkan aku masuk untuk membereskan barang2ku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kamu bahagia".
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh... kini saya tau, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsu-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Sering kali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Diposting oleh tata di 14.54 0 komentar
Senin, 01 Desember 2008
Please.... Ya ALLAH.
tata
Suatu kali saya jatuh cinta! Tau g rasanya? Boong banget kalo g tau! Trz masalahnya apa? Normal kan? Masalahnya saya hampir kehilangan kendali diri, kehilangan kontrol emosi, kehilangan realitas diri. Saya berubah menjadi manusia melankolis paling romantis. Pssstt... trz gmn dengan si dia? Ngakunya sih.. He love me too. Waaah.. jadian dung?! Trz bertahan berapa lama? Ditahan pake' apa biar g cepet nguap? Cinta sebelum akad nikah kan cepat menguap secepat mentari di waktu dhuha dengan menghilangnya sebab. Ya cukup lama ci.. 2th githu. Wow cukup lama jg ya, trz ngapain aja? Mmmmm..... tapi i disappointed ever know him. Banyak ngalahnya, banyak sakit atinya, banyak nangisnya. Kenapa nyesel? Bukannya I lophing2 him ( jth cinta maksudnya). Yah.. Because of this lophing2 bikin saya rugi besar. Rugi materi c bisa diganti nah coba itung berapa waktu yang terbuang sia sebab pikiran dipenuhi all about him, kagak bisa diganti. Dan ibadah nafilah lolos satu per satu. Dan sementara waktu semakin mendekatkan kami, hiks... He choose another women! dubrak langit serasa runtuh! ( ih hiperbola banget ci!!). Emang dari awal g sadar? Sadar! Sadaaar!!! Sadar banget malah dulu sempet benci sebab he is playboy. Nah loh udah tau kandang harimau masuk juga. Kapok loh!!! Sadar tentang sapa dia, orang seperti apa dia dan sadar ketika ada rasa yang mulai bertunas harusnya saat itu aku pagari, aku pancang, agar tunas itu tumbuh dan berakar nanti saja pada saat dan waktu yang tepat dan orang yang tepat pula. And now.. saya kembalikan semua padaNYA. Saya delete namanya dari memori hati, jika tidak saya akan semakin desperate ketika ada yang menyebut namaya dan menceritakan tentangnya. Saya putuskan hubungan dan komunikasi dengannya. Ih, astaghfirullah.. kenapa ada desiran di hati ketika aku mengingatnya. Tidak ya Allah dia bukan milikku. Bagaimana mungkin aku bersimpati pada laki2 yang begitu rapuh agamanya, yang merusak dirinya hanya karena wanita2 g jelas. Bagaimana mungkin aku mencintai laki2 yang dalam dirinya tak da konsep diri dan bagaimana mungkin aku mengagumi laki2 yang tak punya pijakan kuat dalam hidup. Masya Allah.. debarku jadi hilang. Alhamdulillah. Dan kalo dia nanya, biar Ari Lasso yang menjawabnya, hampa terasa aku telah hilang ditelan bumi. And this lophing2, let it gone with the wind. At last.. GOD, kalo dia itu bukan jodohku, please ya Allah please deh jauhin. Plis..plis... dan ganti dengan yang lebih baik. Dan bila dia jodohku supaya didekatkan dengan cara dan skenarioMU ntah cinta itu datang sebelum waktunya atau datang setelah waktunya tiba.
Diposting oleh tata di 09.27 0 komentar
Rabu, 22 Oktober 2008
Aku minta pada Allah setangkai bunga segar tapi Ia beri aku kaktus berduri. Aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik tapi Ia beri aku ulat berbulu. Aku sempat sedih, protes dan kecewa. Betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian kaktus itu berbunga sangat indah. Dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi sekor kupu-kupu yang cantik bahkan sangat cantik. Seperti itulah jalan Allah indah pada waktunya. Allah tidak selalu memberi apa yang kita minta tapi Ia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa dan terluka tapi jauh di atas segalanya Ia sedang merajut hal yang terbaik untuk kita....
Diposting oleh tata di 14.04 1 komentar
Selasa, 23 September 2008
Nasihat untuk diriku sendiri
tata
Dimana ada kehidupan, di situlah terbentang rahasia Allah dan untuk mengerti rahasia itu hatilah yang menjadi kuncinya. Berhati-hatilah menjaga hati, baik2lah merawat diri, dan tuluslah memberi budi karena hati, budi dan diri adalah anugerah. DariNya kita diperintah untuk berserah bukan untuk menentang seakan tiada bersalah. Jika hatimu merasakan kerinduan bukan berarti dirimu harus tenggelam dalam lamunan. Jika hatimu terpuruk dalam kesepian bukan berarti tidak ada jalan. Jika hatimu tersentuh kekhawatiran bukan berarti akan ada kehancuran. Perasaan yang timbul dari hati bukan untuk diketahui tapi harus disyukuri.
Diposting oleh tata di 16.29 0 komentar
Sabtu, 13 September 2008
BeRbaGi Cer!tA
tata
Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang
bus.Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga,
salah satu
sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan.Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak dengan
cepat, sehingga ia tidak mungkin ia bisa memungut
sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang
sebelah dan melemparkannya keluar jendela.
Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat
kejadian
itu, dan bertanya kepada si bapak tua, "Aku
memperhatikan apa yang
Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melempakan
sepatu Anda yang sebelah juga ?"
Si bapak tua menjawab,
"Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa
memanfaatkannya."
Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi
dasar dalam hidup -
jangan mempertahankan sesuatu hanya karena
kamu ingin memilikinya atau
karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.
Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa
hidup.
Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti
tidak adil dan
merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan
positif yang terjadi
dalam hidup kita.
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya
boleh kehilangan hal-hal
jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik.
Ini semua dapat diartikan: supaya kita bisa menjadi
dewasa secara
emosional dan spiritual, pertukaran antara
kehilangan sesuatu dan
mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.
Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar
untuk melepaskan
sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa
memang itulah
saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya.
Mungkin saja peristiwa itu
terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa
mendapatkan sepasang sepatu yang
lebih baik.
" Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal
sebelah tidak akan banyak
bernilai bagi si bapak. Tapi dengan
melemparkannya ke luar jendela, sepatu
gelandangan yang membutuhkan. "
Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita
atau dunia menjadi lebih
baik.
Mungkin memang pedih pada awalnya... mungkin
butuh bulan berbilang tahun untuk menyeka bening
yang terkadang masih mengalir....
Namun kebahagiaan memang tak selamanya... dan
kesedihan takkan mengembalikan apa yang telah
berlalu...
Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal
atau seseorang masuk dalam
hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik
bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan
keberanian untuk melepaskannya.
" Semoga kita bisa menjadi orang yg ikhlas yang
tetap masih bisa memberikan senyum terindah kita
pada dunia".
Diposting oleh tata di 11.51 1 komentar
Kamis, 28 Agustus 2008
MaRhabaN ya Ramadhan
tata
Ini adalah tentang ku dan kau. Tentang temali erat yang menghubungkan kita. Tentang perjuangan hidup yang melelahkan namun penuh makna.
Duhai saudara - saudariku kita adalah sebuah kata dari kalimat panjang. Saling memberi arti, saling mengerti dan menerima. Tiada kata indah untukmu selain I LUV U cz ALLAH. Semoga kita kelak bersama dengan orang2 yang kita cintai dan dicintai ALLAH.
Untuk ruang dan waktu dan sejauh khilafku yang membenak dalam kenangmu tentangku, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...
Semoga kita disampaikan pada manisnya Ramadhan yang kita rindukan. Amin.
Diposting oleh tata di 16.08 1 komentar
Menolak Bidadari (buat para isteri yang mempertanyakan kesetiaan suaminya/ buat suami yg kepikiran terus buat nambah isteri :)
tata
Dari blog Helvy Tiana Rosa ....
Sungguh, saya tak pernah benar-benar tahu, apa kesan suami yang paling dalam tentang saya. Saya pernah berpikir mungkin saya bukan perempuan yang terlalu istimewa baginya karena sepanjang hidupnya suami saya banyak bertemu perempuan hebat: cantik, pintar, keturunan baik-baik dan tentu juga sholihat. Jadi berapa nilai saya sebenarnya di matanya? Namun menyadari bahwa ia toh memilih saya, tentu ada sesuatu pada saya. Dulu, ketika baru menikah ia pernah bilang bahwa kelebihan saya dibandingkan banyak perempuan lain yang ia temui, yang sangat menonjol adalah karakter saya yang kuat. Waktu itu saya hanya mengernyitkan kening sembari tersenyum. Karakter? Kuat? Suami saya orang yang sangat baik hati. \"Tapi maaf ya sayang, aku tidak romantis,\" ucapnya yang rata-rata saya dengar setahun sekali ;). Ya, ia misalnya, tak pernah mengajak saya pergi berlibur berdua di suatu tempat terpencil nan indah, atau membawakan seikat atau setangkai saja bunga. Ia juga tak pernah menciptakan puisi walau sebaris untuk saya. Candle light dinner? Pernah, dua kali dalam 12 tahun ;D. Tapi bagaimana pun, saya tahu ia selalu mencintai saya. Ia selalu siap untuk saya...meski ia jarang menyatakan secara lisan.... Namun begitulah perempuan, bukan? Selalu ingin tahu setiap saat. Hari ini sebesar apa cintanya padaku? bagaimana kesannya padaku? Apakah lebih baik dari kemarin? Bertambah? Berkurang? Saat-saat kami berdua, saya sering mencoba menangkap sesuatu di matanya: diri saya. Sedalam apa saya menghunjam di mata, juga batinnya? Sejauh mana saya mampu mengesankannya? Seluas apa cintanya...? Begitu juga, beberapa hari lalu, saat kami pulang bersama. Waktu-waktu seperti itu kami pakai untuk berdiskusi soal anak-anak, pekerjaan, keluarga besar..., dan yang lainnya, seraya mata saya terus lekat menatap matanya. Lagi-lagi: selalu mencari saya... Ah, hari-hari kami memang berlalu begitu cepat. Tiba-tiba pernikahan kami sudah menjelang tahun ke 13. Limpahan kebahagian menyergap, meski kadang ada saja sandungan yang harus kami hadapi, yang kami harap dapat lebih mematangkan cinta kami.... \"Sebenarnya, apa sih kesan terdalam Mas terhadap aku?\" tiba-tiba saja kata-kata tersebut meluncur dari mulut saya, malam itu. Saya sempat terkejut sendiri. Mas tersenyum. Saya terdiam. Salah tingkah. Sekitar kami hening. Hanya deru mesin mobil. \"Maaf ya, Mas..., gini hari nanyanya kayak orang pacaran...,\" kata saya lagi. Mas masih tersenyum. Saya makin salah tingkah. \"Kemarin ketika sholat di masjid, ustadz yang berceramah menyampaikan tentang bidadari-bidadari yang akan diberikan Allah, yang akan menjadi istri para lelaki beriman di surga nanti.... \"Iya...terus?\" tanya saya. Saya ingat hadits itu...berapa bidadari? Puluhan? \"Bunda tahu, aku berharap aku tak mendapatkan para bidadari itu. Aku hanya ingin bersama bunda, menjadi suamimu di dunia dan di surga nanti....\" Hening lagi. Beberapa mobil melintas, Sorot lampu bergantian menyergap kami. Lalu lidah saya kelu. Sebentar lagi airmata saya akan tumpah. Saya tahan sebisa saya. \"Itulah kesanku untuk bunda...,\" ujarnya pelan. Ia tumpukan tangan kirinya di atas tangan kanan saya. Membelai tangan saya lembut. Saya tersenyum dalam diam. Kalau tak di dalam mobil, mungkin sudah saya peluk ia erat-erat. Ah, ia tak perlu tahu, airmata saya jatuh juga....Itu kata-kata paling romantis yang pernah saya dengar di dunia ini! Malam ganjil di bulan Ramadhan yang berkah. Sebait doa saya kirim ke petala langit. Semoga kami berdua dan anak-anak selalu bersama. Selalu bersama di dunia dan di akhirat. Selalu bersama....ya, lebih lama dari selamanya....amiiin
Diposting oleh tata di 15.18 0 komentar
Jumat, 18 Juli 2008
info
POLA PIKIR BANGSA JEPANG
01. Kantor pemerintahan dan pelayanan publik *
Anda pernah melihat sekelompok semut? Nah, begitulah kira-kira situasi kantor pemerintahan daerah di Jepang. Tidak ada "semut" yang diam termangu, apalagi membaca koran; seluruh karyawan kantor senantiasa bergerak, dari saat bel mulai kerja hingga pulang larut malam. Tak habis pikir, saya tatap dalam-dalam "semut-semut" yang sedang bekerja tersebut; kadang kala saya curi pandang: jangan-jangan mereka sedang ber-internet ria seperti kebiasaan saya di kampus. Ingin saya mengetahui makanan apa gerangan yang dikonsumsi para pegawai itu sehingga mereka sanggup berjam-jam duduk, berkonsentrasi, dan menatap monitor yang bentuknya tidak berubah tersebut. Tata ruang kantor khas Jepang: mulai pimpinan hingga staf teknis duduk pada satu ruangan yang sama - tanpa sekat; semua bisa melihat bahwa semuanya bekerja. Satu orang membaca koran, pasti akan ketahuan. Aksi yang bagi saya dramatis ini masih ditambah lagi dengan aksi lari-lari dari pimpinan ataupun staf dalam melayani masyarakat.
Ya, mereka berlari dalam arti yang sesungguhnya dan ekspresi pelayanan yang sama seriusnya. Wajah mereka akan menatap anda dalam-dalam dengan pola serius utuh diselingi dengan senyuman. Saya hampir tak percaya dengan perkataan kawan saya yang mempelajari system pemerintahan Jepang, bahwa gaji mereka - para "semut" tersebut - tidak bisa dikatakan berlebihan. Sesuai dengan standard upah di Jepang. Yang saya baca di internet, mereka memiliki kebanggaan berprofesi sebagai abdi negara; kebanggaan yang menutupi penghasilan yang tidak berbeda dengan profesi yang lain.
Menyandang status mahasiswa, saya mendapatkan banyak kemudahan dan fasilitas dari Pemerintah Jepang. Untuk mengurus berbagai keringanan tersebut, saya harus mendatangi kantor kecamatan (kuyakusho) atau walikota (shiyakusho) setempat. Beberapa dokumen harus diisi; khas Jepang: teliti namun tidak menyulitkan. Dalam berbagai kesempatan saya harus mengisi kolom semacam: apakah anda melakukan pekerjaan sambilan (arubaito = part time job), apakah anak anda tinggal bersama anda (untuk mengurus tunjangan anak), dsb. Dan dalam banyak hal, pertanyaan-pertanya an tersebut cukup dijawab dengan lisan: ya atau tidak. Tidak perlu surat-surat pembuktian dari "RT, RW, Kelurahan" dsb. Saya percaya bahwa sistem yang baik selalu mensyaratkan kejujuran.
Sistem berlandaskan kejujuran akan cepat maju dan meningkat, sekaligus sangat efisien. Mengetahui bahwasanya saya adalah orang asing yang kurang lancar berbahasa Jepang, saya mendapatkan "fasilitas" diantar kesana-kemari pada saat mengurus berbagai dokumen untuk mengajukan keringanan biaya melahirkan istri saya. Hal ini terjadi beberapa kali. Seorang senior saya pernah mengatakan, begitu anda masuk ke kantor pemerintahan di Jepang, maka semua urusan akan ada (dan harus ada) solusinya. Lain hari saya membaca prinsip "the biggest (service) for the small" yang kurang lebih bermakna pelayanan dan perhatian yang maksimal untuk orang- orang yang kurang beruntung.
Pameo "kalau ada yang sulit, mengapa dipermudah" tidak saya jumpai di Jepang. Pada suatu urusan di kantor walikota (shiyakusho) saya diminta untuk menyerahkan
Ambil jalan yang mudah, namun tetap mengedepankan ketelitian. Itulah yang saya jumpai di Jepang.
Berstatus mahasiswa yang berkeluarga (baca: harus berhemat), kami sempat terkejut melihat tagihan listrik bulanan yang melonjak hingga 10 kali lipat.
Setelah melakukan pengusutan sederhana, tahulah kami bahwa ada kesalahan pencatatan meter listrik oleh petugas - sebuah kesalahan yang tidak umum di negeri ini. Segera saat itu pula saya telpon perusahan listrik wilayah Kansai untuk mengkonfirmasikan kesalahan tersebut. Berkali-kali kata sumimasen (yang bisa pula berarti maaf) keluar dari mulut operator telepon. Saya menganggapnya sudah selesai, karena operator berjanji untuk segera melakukan tindak lanjut. Belum berapa lama meletakkan tas di laboratorium pagi itu, istri menelpon dari rumah perihal kedatangan petugas listrik untuk meminta maaf dan menarik slip tagihan. Setibanya di rumah malam harinya, baru tahulah saya bahwa yang datang bukanlah sekelas petugas lapangan (dari kartu nama yang ditinggalkannya) dan tahulah saya bahwa dia tidak sekedar meminta maaf, karena bingkisan berisi sabun dan shampo merk cukup terkenal menyertai kartu nama petugas tersebut. Saya hanya berharap, waktu itu, bahwa petugas pencatat yang keliru tidak akan bunuh diri. Karena kekeliruan dalam bekerja, secara umum, menyangkut kehormatan di Negara ini.
Saya mengetahui dari sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jepang akan sebuah paradigma "Bila anda datang ke kantor pada pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor di Jepang) dan pulang pada pukul 17.00 (jam resmi pulang kantor di Jepang), maka atasan dan kawan-kawan anda akan mengatakan bahwa anda tidak memiliki niat bekerja". Saya membuktikan pameo tersebut, karena setiap hari saya bersepeda melintasi kantor walikota (shiyakusho) . Sebagian besar lampu di kantor itu masih menyala hingga pukul 20.00.
Dan beberapa kali saya jumpai staf kantor tersebut memasuki stasiun kereta, juga sekitar pukul 20.00. Hal ini berarti, mereka semua memiliki niat bekerja - versi Jepang.
02.Pasar, pertunjukan kejujuran dan perhatian *
Suatu kali pernah kami membeli sebungkus buah-buahan dengan bandrol murah; favorit bagi kalangan mahasiswa asing seperti saya. Saya sudah mengetahui bahwa ada sedikit cacat (gores atau bekas benturan) pada permukaan beberapa buah-buahan - sesuai dengan harga murah yang disematkan padanya. Pada saat kami hendak membayar buah tersebut, penjual buah buru-buru menerangkan dan menunjuk-nunjuk kondisi sedikit cacat pada beberapa buah-buahan tersebut, dan kembali memastikan niat kami membelinya. Sembari tersenyum, tentu saja kami mengatakan "daijobu" (tidak apa-apa), karena kami sudah melihatnya dari awal. Beberapa kawan kami mengiyakan pada saat kami menceritakan kejadian yang bagi kami cukup mengherankan ini; ini berarti sikap jujur tersebut tidak dimonopoli oleh satu-dua pedagang. Mereka mengerti betul bahwa kejujuran adalah prasyarat utama keberhasilan dalam berdagang. Tidak perlu meraup untung sesaat dalam jumlah besar, bila nantinya akan kehilangan pelanggan.
Hingga hari ini, pada saat bertransaksi di kasir, kami selalu menerima uang kembalian dalam jumlah yang utuh - sesuai dengan yang tertera pada slip pembayaran. Tidak kurang, meski hanya satu yen (mata uang terkecil di Jepang). Tidak ada "pemaksaan" untuk menerima permen sebagai pengganti nominal tertentu. Selain kagum dengan praktek berdagang yang baik ini, kami sekaligus kagum dengan sistem perbankan Jepang yang mampu menyediakan uang recehan untuk pedagang dan vending machine (mesin penjual otomatis) di se-antero Jepang. Meski bagi sebagian kalangan, uang kembalian terlihat "sepele"; hal ini bisa menyebabkan ketidakikhlasan pembeli terhadap transaksi jual-beli .
Istri saya selalu berbelanja bersama anak-anak; dan karena "keriangan" anak-anak, pada beberapa kasus, pak telur atau buah-buahan bisa meluncur ke lantai. Dua kali terjadi beberapa telur
dalam satu pak pecah akibat keriangan anak-anak, dan satu kali melibatkan buah yang mudah penyok. Pada semua kejadian tersebut, petugas supermarket m eli hat dan segera mengganti barang-barang tersebut dengan yang baru. Padahal kami datang dengan wajah lelah dan pasrah untuk membayarnya, karena kami menyadari benar bahwa ini adalah kelalaian kami. Bahkan pada satu kasus, barang tersebut sudah dibayar istri saya. Pada saat kami menerangkan bahwa ini semua ketidaksengajaan anak-anak kami, dengan ramah petugas supermarket
menyahut "daijobu yo" (tidak apa-apa).
Pada saat berkesempatan mengunjungi sebuah negara lain di Asia untuk sebuah konferensi, saya baru menyadari keramahtamahan petugas supermarket di Jepang. Di Jepang, bila anda menanyakan keberadaan sebuah barang, maka petugas tidak sekedar memberi arah petunjuk pada anda, namun dia akan mengantarkan anda hingga berjumpa dengan barang yang dicari; dan petugas baru akan meninggalkan anda setelah memastikan bahwa everything is ok. Hal ini tidak berarti bahwa jumlah petugas supermarket di Jepang demikian banyaknya hingga mereka berkesempatan jalan-jalan di dalam supermarket yang sangat besar; justru sebaliknya, jumlah petugas selalu sesuai benar dengan kebutuhan, dan mereka selalu bergerak - seperti semut. Di sebuah toko elektronik, seorang petugas yang menjelaskan spesifikasi komputer yang anda tanyai adalah juga kasir tempat anda membayar serta petugas yang melakukan packing akhir terhadap komputer yang anda beli .
* 03.Polisi, sistem yang bekerja dan melindungi *
Kami sempat terheran-heran manakala pertama menginjakkan kaki di
hat ada diantaranya yang berusaha lari. Tidak ada gunanya lari di negara dengan sistem network yang sangat baik ini. Ke mana pun anda lari, kesitu pula polisi dengan uniform yang serupa akan menghampiri anda. Pelan namun pasti. Saya akhirnya mafhum, bahwa polisi di sini lebih pada fungsi kontrol dan pengambilan keputusan (decision maker) - kedua fungsi ini memang tidak mensyaratkan badan yang harus berotot dan berisi. Tak heran saya m eli hat mas-mas polisi muda berkacamata melakukan patroli dengan bebek terbangnya. Mereka hanya perlu melihat, mengawasi, dan mengambil keputusan. Selebihnya, sistem yang akan bekerja.
* 04.Lingkungan hidup dan transportasi *
Jepang bukanlah negara dengan penduduk kecil. Populasi negara ini hampir separuh populasi Republik tercinta.
Di sisi lain, wilayah negara ini didominasi oleh pegunungan yang sulit untuk dihuni. Pegunungan yang tetap hijau, membuat saya menduga bahwa Pemerintah Jepang memang sengaja membiarkan kehijauan melekat pada daerah pegunungan tersebut.
meletakkan sepatu/alas kaki dengan tangan, bukan dengan kaki ataupun dilempar begitu saja. Mereka menyadari bahwa ruang (space) yang mereka miliki tidak luas, sehingga semuanya harus rapi dan tertata. Sepatu dan alas kaki diletakkan dengan posisi yang siap untuk digunakan pada saat kita keluar ruangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik mereka yang senantiasa well-prepared dalam berbagai hal. Kadang saya menjumpai kondisi yang ekstrim; seorang pasien yang sedang menunggu giliran di depan saya berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya sendiri. Saya tahu bahwa ruang periksa di hadapan kami bukan ditempati psikiater ataupun neurophysicist. Belakangan saya tahu dari kawan yang belajar di bidang kedokteran, boleh jadi pasien tersebut sedang mempersiapkan dialog dengan dokternya.
Transportasi di Jepang didominasi oleh angkutan publik, baik bus, kereta (lokal, ekspres, super ekspres), shinkansen, dan pesawat terbang (antar wilayah). Baiknya sistem dan sarana transportasi di
Jepang membuat anda tidak perlu berkeinginan untuk memiliki kendaraan sendiri - kecuali bila anda tinggal di country-side yang tidak memiliki banyak alat transportasi umum. Kereta dan shinkansen
(kereta antar
Nasehat "tengoklah duru kiri dan kanan sebelum menyeberang jalan" mungkin tidak sangat penting untuk diterapkan bila anda menyeberang di tempat yang telah disediakan di Jepang. Anda cukup menunggu lambang pejalan kaki berubah warna menjadi hijau; insya Allah anda akan selamat sampai ke seberang - tanpa perlu menengok kiri dan kanan. Saat berkesempatan mengunjungi
* 05.Kesehatan dan rumah sakit *
Jepang mengerti benar bahwa orang-orang yang sehatlah yang lebih mampu memajukan bangsa dan negaranya.
Mahasiswa di tempat saya belajar,
Dari yang 30% tersebut, sebagai mahasiswa asing, saya akan mendapatkan tambahan potongan sebesar 80% (yang belakangan turun menjadi 35%) dari Kementrian Pendidikan Jepang. Berstatuskan mahasiswa, kami membayar premi asuransi per-bulan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang kebanyakan. Dari laporan rutin yang dikirimkan oleh pihak asuransi kepada kami, tahulah saya bahwa ongkos berobat kami selalu (jauh) lebih besar dari premi asuransi yang saya bayarkan setiap bulannya. Berbekal kartu asuransi nasional, datang ke rumah sakit ataupun ke klinik swasta bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga kami di Jepang. Jangan membayangkan bahwa pihak rumah sakit atau klinik swasta akan memberikan perlakuan yang berbeda kepada para pemegang kartu asuransi – apalagi untuk kami yang mendapatkan kartu tambahan khusus keluarga tidak mampu.
Saling percaya adalah kuncinya.
Diposting oleh tata di 16.57 0 komentar
siapa ya?
Apa salah jika ada ikhwan yang tabungannya selalu habis karena membantu adek-adeknya yang sedang sekolah ?
Apa salah jika ada ikhwan yang ingin membahagiakan orang tuanya dengan materi yang selama ini belum pernah mereka nikmati ?
Apa salah jika ikhwan begitu lama menabung jika kebanyakan mertua menginginkan pesta pernikahan yang 'tidak sederhana' ?
Apa salah jika ikhwan begitu lama menabung jika kebanyakan akhwat mengharapkan mahar yang tidak 'sekedar ada' ?
Apa salah jika ikhwan begitu lama menabung karena takut istrinya besok tidak bisa tinggal di rumah yang layak ?
Apa salah jika ikhwan begitu lama menabung karena takut istrinya stres kekurangan uang untuk biaya melahirkan ?
Ketahuilah, kebanyakan ikhwan itu lemah. Ketika pujaan hatinya menangis karena sesuatu yang tidak dapat dia berikan, sesungguhnya hatinya menangis lebih sedih.
Maaf ya ukhti, aku belum datang padamu karena aku takut kau menangis ketika aku datang hanya dengan cinta.
dari ikhwan '
Diposting oleh tata di 16.42 0 komentar
korban aborsi
CONTOH ABORSI
Berikut ini adalah gambaran mengenai apa yang terjadi didalam suatu proses aborsi:
Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)
Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.

Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)
Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya
dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.


Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini.
Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik.
Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan
berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap w anita harus sadar mengenai hal ini.
Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah
berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.
Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bias segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.
Benar, bagi sang wanita , proses aborsi cepat dan tidak sakit.Tapi bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang w anita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.
Diposting oleh tata di 16.40 0 komentar
@rtikel2
tata Moga artikel2 ni bermanfaat ya....
13 sifat wanita yan tidak disukai pria
Sehingga tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.
Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:
Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”
Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.
Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”
Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.
Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”
Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suamKeempat, perempuan pemalas “muhmalah”
Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.
Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”
Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.
Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”
Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.
Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”
Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…
Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya
Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.
Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.
adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.
Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”
Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.
Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”
Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.
Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”
Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.
Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”
Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!
Ketika Laki-Laki Memilih
Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:
Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:
“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.
Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.
Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.
Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:
“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!
Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.
Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:
“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…”
Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:
“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.
Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:
“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”
“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.
Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”
Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:
“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19
Dan karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini.
Diposting oleh tata di 16.23 0 komentar
